Rudi Rahman: Bukti Dosen Daerah Mampu Melahirkan Inovasi Kelas Dunia

Ahad, 28 Juni 2026 | 12:50:58 WIB
Yuda Irawan saat mempresentasikan disertasinya terkait pengembangan model AI dalam upaya mendeteksi kebakaran hutan.

PADANG,Populisnews.com - Yuda Irawan, Dosen di Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) resmi meraih gelar Doktor (S3) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Tertutup Program Doktor Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang pada Kamis 18 Juni 2026, pekan lalu.

Dalam sidang tersebut, Yuda muda ini mempresentasikan disertasi berjudul "Pengembangan Model AI Baru HSEL Terintegrasi IoT untuk Optimasi Deteksi Tingkat Risiko Kebakaran Secara Real Time." Penelitian itu dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Sarjon Defit dan Ko-Promotor Assoc. Prof. Dr. Rini Sovi, serta didukung melalui Program Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025.

Riset yang dikembangkan Yuda menghadirkan inovasi Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) yang dipadukan dengan Industrial Internet of Things (IIoT). Teknologi tersebut dirancang sebagai sistem deteksi dini risiko kebakaran secara real time dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Menariknya, model AI yang dikembangkan tidak hanya berhasil pada data penelitian utama, tetapi juga mampu menunjukkan performa yang konsisten saat diuji menggunakan berbagai dataset lain, termasuk data meteorologi NASA dan ERA5 yang mencapai lebih dari 950 ribu data. Hasil itu membuka peluang pemanfaatan HSEL pada berbagai persoalan berbasis kecerdasan buatan.

Sebagai implementasi awal, penelitian tersebut juga menghasilkan simulasi prediksi tingkat risiko kebakaran di sejumlah kabupaten menggunakan kombinasi data meteorologi dan sensor IoT. Simulasi ini diproyeksikan menjadi fondasi sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pemerintah daerah menentukan prioritas mitigasi di kawasan rawan kebakaran.

Pengembangan riset pun tidak berhenti sampai di situ. Saat ini, Yuda tengah mengembangkan konsep Hybrid Multimodal Artificial Intelligence, yakni mengintegrasikan Industrial IoT, model HSEL, dan teknologi pendeteksi api berbasis computer vision dalam satu platform.

Dengan pendekatan multimodal tersebut, sistem diharapkan mampu meningkatkan akurasi deteksi melalui penggabungan analisis data sensor dan informasi visual secara bersamaan.

Di bidang publikasi ilmiah, produktivitas Yuda juga patut diapresiasi. Hingga 2026, ia telah menghasilkan 51 artikel ilmiah yang terindeks Scopus, meraih H-Index Scopus 17 serta H-Index Google Scholar 33. Sejumlah hasil penelitiannya selama menempuh studi doktor juga telah dipublikasikan pada Prosiding IEEE terindeks Scopus dan jurnal internasional Scopus Q2 (IJRCS).

Menurut Yuda, keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi, tetapi dari sejauh mana hasil riset mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

"Bagi saya, keberhasilan penelitian tidak diukur dari banyaknya publikasi, tetapi dari sejauh mana hasil riset dapat memberikan manfaat nyata. Karena itu, pengembangan HSEL terus diarahkan menuju hilirisasi melalui platform berbasis Industrial IoT dan Hybrid Multimodal Artificial Intelligence," ujarnya.

Ia menambahkan, platform tersebut ke depan akan terus dikembangkan untuk mendukung mitigasi berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, kekeringan hingga bencana hidrometeorologi lainnya.

Bangkitkan Semangat

Ucapan selamat datang dari sahabat sekaligus rekan sejawat Yuda Irawan di Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Rudi Rahman, S.I.Kom., M.I.Kom.

Rudi Rahman 

Menurut Rudi, keberhasilan Yuda meraih gelar doktor merupakan kebanggaan bagi keluarga besar UHTP. Ia menilai, selama ini Yuda dikenal sebagai sosok akademisi yang tekun, rendah hati, dan konsisten mengembangkan riset di bidang kecerdasan buatan serta Internet of Things.

"Selamat kepada Dr. Yuda Irawan atas capaian yang sangat membanggakan ini. Gelar doktor ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan konsistensi beliau dalam dunia akademik. Kami di Fakultas Ilmu Komunikasi UHTP ikut bangga memiliki rekan yang mampu menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Rudi.

Ia berharap, hasil riset yang dikembangkan Yuda dapat terus berlanjut hingga tahap hilirisasi dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan.

"Semoga inovasi AI yang dikembangkan Dr. Yuda semakin berkembang, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Saya juga berharap capaian ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi dosen-dosen lainnya, khususnya di lingkungan UHTP, untuk terus meningkatkan kompetensi, melanjutkan studi, memperkuat budaya riset, dan menghasilkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Prestasi Dr. Yuda membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja keras, dosen daerah pun mampu bersaing dan melahirkan inovasi yang diakui di tingkat nasional maupun internasional," pungkas dosen nyentrik ini.(*)

Terkini